Karena Covid-19, Gojek PHK 9 % Karyawannya

Posted on

Perusahaan service perjalanan serta pembayaran Indonesia, Gojek, di hari Selasa lalu memberitahukan penghentian pada 9 % karyawannya. Berarti, seputar 430 karyawannya dihentikan.

Gojek akan tutup service GoLife kepunyaannya. Kevin Aluwi, Co-CEO Gojek menjelaskan jika perusahaan akan mengutamakan servicenya lainnya seperti transportasi, pengiriman makanan, serta pembayaran karena epidemi COVID-19.

“Sekitar 430 karyawan atau seputar 9 % dari keseluruhan karyawan Gojek. Sejumlah besar adalah staff pada service GoLife serta GoFood Festival. Perusahaan akan lakukan penilaian pada susunan perusahaan,” sambungnya.

Service GoLife adalah salah satunya service yang konsentrasi pada keperluan pola hidup pemakai seperti layanan bersihkan rumah serta layanan pijat.

Penutupan service ini berefek pada kontraktor yang sediakan layanan GoLife. Di tahun 2019, minimal ada 60.000 partner yang terhimpun dalam GoLife.

GoFood Festival, service food court punya Gojek ikut terserang dampak serta pada akhirnya harus ditutup.

Gojek dibangun di tahun 2010 untuk perusahaan antar-jemput penumpang dengan memakai transportasi ojek. Mulai sejak itu, Gojek sudah bertumbuh dengan memberikan tambahan banyak service yang ditawarkan dengan satu aplikasi.

Penutupan beberapa service sebab epidemi Covid-19 tidak dapat dijauhi, membuat perusahaan harus harus putuskan jalinan dengan beberapa pekerjanya.

Pekan kemarin, Grab memberitahukan pemangkasan jumlah pekerja seputar 5% untuk efek dari epidemi Covid-19.

Dampak yang diakibatkan besar sekali. Beberapa pengemudi transportasi Gojek serta Grab akui alami pengurangan penghasilan sampai setengahnya.

(im)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *