‘Balas’ AS, Cina Hapus TripAdvisor Sebab Mushalla Ketentuan

Posted on

 

‘Perang’ di antara Amerika Serikat (AS) dan Cina makin menghangat. Sesudah program TikTok tidak boleh di Negeri Paman Sam itu

sebab pengakuan Donald Trump, Cina ‘membalas’ tindakan Amerika Serikat itu dengan memblok beberapa aplikasinya.

Sekitar 105 program dikunci oleh Cina sebab ada kampanye masalah pembersihan toko program

di negara itu yang dipandang menebarkan content berkaitan dengan pornografi, prostitusi, perjudian, dan kekerasan.

Salah satunya program yang turut terserang dampak penutupan itu ialah TripAdvisor.

Awalnya, Trump keluarkan larangan TikTok sebab menurut dia TikTok adalah program yang beresiko, dan memberikan ancaman keamanan nasional. Tidak perduli seringkali faksi TikTok menyangkal dakwaan itu, Trump masih bersikukuh jika TikTok beresiko.

Menurut Cyberspace Administration of China, sebagai kewenangan keamanan cyber Cina, program perjalanan asal AS itu bersama-sama dengan 104 program yang lain dipandang sudah menyalahi satu dari tiga undang-undang dunia maya, seperti dikutip dari BBC, Kamis (10/12). Tetapi, tidak ada info lebih detil berkenaan pelanggaran itu.

Ruangan cyber di negeri gorden bambu benar-benar ketat sekali ditata. Bila ada pelanggaran, hukuman akan diberi bagus untuk program yang dioperasionalkan oleh perusahaan lokal atau asing. Oleh karenanya, kewenangan memiliki komitmen untuk selalu mengendalikan peraturan program dan meniadakan program yang melanggar ketentuan.

Kampanye pembersihan toko program itu sudah diawali semenjak 5 November oleh faksi berkuasa, susul reaksi keras dari warga umum pada content yang dipandang menyentuh.

Tidak ada keterangan selanjutnya tentang penghilangan TripAdvisor. Program TikTok sendiri masih dipakai sampai sekarang di Amerika Serikat sebab pemblokirannya dilawan oleh pengadilan AS.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *